Bokep Mang Obar

Kegemparan disini menghasut Ivana melongokkan kepalanya dari kamar mandi buat menoleh apa yang berlangsung, kupanggil dirinya, namun dirinya bilang esok, mandinya belum lengkap. Peti kemas Usep meremasi payudaranya yang lagi terbungkus busana
“Waw…teteknya bongsor nih, enak !” komentarnya
Mang Obar lalu Peti kemas Andang yang memegangi kakinya pun tidak hendak bertekuk lutut, mereka menyingkapkan roknya sehingga terlihatlah celana dalamnya yang corak hitam lalu pahanya yang putih gampang, tangan-tangan mereka buru-buru mengelus-elus pahanya lalu lalu naik ke akar pahanya, tidak cukup itu, anak jentera itu pun mulai meresap melalui tubir celana dalam itu menggerayangi kemaluannya. Mang Nurdin menyelinapkan menyelundupkan tangannya melalui bawah kaosnya sehingga dada kirinya menggembung lalu terlihat yang bergerak-gerak. Si Endang mengambil tangan Sandra lalu menggenggamkannya pada penisnya.
“Guncang Neng, kocokin yang aku !” suruhnya
“Erwin…mhhpphh…Win…terowongan…mmm !” desahnya di selagi cecaran susur Peti kemas Usep yang alhasil melumat bibirnya.

Saya menyaksikan bagian ini dari jarak satu meteran bersamaan bersandar merangkul Santi.
“Win, prinsip distingsi kopulasi lu, tahan amat lu ngeliat anda digituin tiko!” ujarnya bersamaan mencubit pahaku
“Namun lu gemar kan, terowongan tunggang hati mulanya lu scorching gitu goyangnya, ngaku lo !” bersamaan memencet payudaranya.
“Buka ah handuknya ngehalangin saja !” kutarik merdeka tuala yang mulas badannya
“Lu pun dong buka, meski lurus !” balasnya bersamaan memenuhi pakaianku
“Sepongin San, bersamaan nonton si Sandra dismack down nih !” suruhku
Oleh posisi bersandar di sebelahku, dirinya merunduk menservis penisku, sambaran lalu kulumannya meramaikan pesta yang lagi kusaksikan, sesuai popcorn yang mengiringi nonton di sinema. Seraya menikmati liveshow lalu sepongan, tanganku memijati payudaranya lalu melewati lekuk-lekuk badannya.

http://i99radio.com/forums/user/corapfulcher/